Just another WordPress.com site

Posts tagged “gejala rabies

ANJING SEHAT KELUARGA SELAMAT

Rabies (penyakit anjing gila) adalah suatu penyakit menular akut, menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh virus Rabies (Lyssa Virus) dan akan mengakibatkan kematian, dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia.

Penularan Rabies pada manusia atau hewan terjadi melalui gigitan atau terkena air liur hewan yang menderita Rabies. Hewan penular Rabies umumnya adalah hewan yang mempunyai taring, seperti anjing, kucing, kera dan kelelawar. Namun dapat juga menular pada hewan lain, jika hewan tersebut tergigit atau terkena maupun tertelan air liur hewan penderita Rabies. Di Indonesia sebagin besar kasus Rabies ditularkan oleh anjing, sebagian kecil oleh kucing, kera dan kelelawar.

Tanda-tanda atau gejala-gejala Rabies pada manusia adalah:

1.    Stadium awal Rabies sulit diketahui, yang perlu diperhatikan ialah adanya riwayat gigiyan hewan penular Rabies.

2.    Biasanya didahului sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan menurun, gugup dan nyeri tekan pada bekas luka gigitan.

3.    Stadium lebih lanjut:

-   Kepekaan meninggi terhadap sinar, suara dan angin.

-   Air liur, air mata dan keringat keluar secara berlebihan.

-   Yang khas dari penderita Rabies adalah adanya rasa takut berlebihan pada air.

-   Kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan.

Biasanya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala-gejala atau tanda-tanda pertama timbul.

Tanda-tanda atau gejala-gejala Rabies pada hewan adalah:

Rabies pada hewan ada 2 bentuk:

1.    Rabies yang ganas

Pada anjing:

-   Permulaan tampak perubahan tabiat, misalnya anjing yang biasanya ramah berubah jadi penakut dan tidak lagi menurut perintah majikannya.

-   Senang bersembunyi ditempat-tempat yang gelap dan dingin

-   Nafsu makan hilang

-   Suara menjadi parau

-   memakan benda-benda asing, misalnya: batu, paku, kayu dan sebagainya.

-   Ekornya berada diantara dua paha

-   Menyerang dan menggigit apa saja yang dijumpai

-   Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan

-   Biasanya mati dalam 4-5 hari setekah gejala pertama timbul.

Pada kucing, gejala dan tandanya sama, tetapi kucing tidak berkeliaran sejauh anjing.

2.    Rabies yang tenang

Pada Rabies bentuk ini, kejang-kejang berlangsung sangat singkat atau tidak sempat terlihat sama sekali. Kelumpuhan sangat menonjol pada Rabies bentuk ini, sehingga biasanya hewan penular Rabies tidak dapat menelan, mulutnya terbuka, air liur keluar terus-menerus. Biasanya kematian terjadi dalam waktu singkat.

Cara penanganan gigitan hewan penular Rabies pada manusia adalah:

1     Bila seseorang digigit hewan tersangka atau menderita rabies, tindakan pertama adalah: “Cuci luka gigitan secepatnya dengan air mengalir dan sabun atau detergen selama 10-15 menit”.

2.    Kemudian luka diberi antiseptik, setelah itu segera pergi ke: “Rabies Center” (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau kedokter untuk mendapatkan penanganan kasus gigitan selanjutnya yakni dengan diberikan “Vaksin Anti Rabies (VAR”) sesuai prosedur.

Penanganan hewan tersangka Rabies yang menggigit manusia adalah:

Hewan yang menggigit harus segera dilaporkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan dilakukan pemeriksaan. Jika hewan yang diobservasi mati sebelum 14 hari dan hasil pemeriksaan laboratorium positif, penderita gigitan agar segera divaksinasi secara lengkap.

Untuk mencegah Rabies pada hewan dapat dilakukan beberapa hal, sebagai berikut:

1.    Vaksinasikan anjing secara berkala (setahun sekali)ke Pos Kesehatan Hewan atau Dinas Peternakan atau ke Dokter Hewan.

2.    Beri makan dan perawatan kesehatan yang cukup kepada anjing peliharaan.

3.    Sebaiknya hewan peliharaan (anjing, kucing, kera) tidak dilepas keluar pekarangan.

4.    Jika anjing akan dibawa keluar pekarangan rumah harus diikat memakai rantai yang panjangnya tidak lebih dari 2 meter dan memakai berangus (penutup mulut anjingyang terbuat dari kulit).

5.    Jika memungkinkan, pagari rumah agar anjing tidak berkeliaran.

6.    Bila anda melihat anjing atau kucing liar, terutama bila mereka berperilaku aneh, hubungi Pos Kesehatan Hewan atau Dinas Peternakan atau Puskesmas.

 

 

Rabies Mematikan Tetapi Dapat Dicegah:

* Vaksinasi Anjing Anda Secara Berkala 

* Hindari Gigitan Anjing

* Langsung Cuci Luka Gigitan Anjing Dengan Sabun Dan Air Mengalir Selama 15 Menit Dan Segera Ke Puskesmas atau Rumah Sakit

 

 

 


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.