Just another WordPress.com site

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

A.   Pengertian Psikologi

Ilmu pengetahuan yang lebih dikenal dengan psikologi pendidikan berasal dari dua kata  psikologi dan pendidikan, Psikologi berasal dari dua kata bahasa yunani psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu, secara harfiah psikologi dapat diartikan yaitu  ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.

Psikologi juga dapat diartikan sebagai berikut :

1.   Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan proses mental dan perilaku.

2.   Ilmu pengetahuan tentang pikiran dan bagaimana ia bekerja.

3.   Ilmu pengetahuan tantang pikiran dan perilaku.

4.   Studi sistematik terhadap perilaku dan proses mental seseorang .

Jadi dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang meneliti serta mempelajari tentang perilaku atau aktivitas- aktifititas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan kehidupan jiwa itu.

Dilihat dari sejarahnya, pada awal psikologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa. Akan tetapi, karena jiwa bersifat abstrak sehingga sulit dipelajari secara objektif dank arena jiwa termanifestasi dalam bentuk perilaku, maka dalam perkembangannya kemudian psikologi menjadi ilmu yang mempelajari perilaku.

Psikologi sebagai ilmu  berupaya mencari kebenaran ilmia pada hasil penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis, berdasarkan atas data empiris, dan dapat diuji kebenrannya. Psikologi memiliki :

  1. Objek tertentu
  2. Metode pendekatan atau penelitian tertentu
  3. Sistematika tertentu
  4. Riwayat atau sejarah tertentu ( dalam Walgito, 2003:3)

Psikologi sebagai ilmu, psikologi juga mempunyai tugas-tugas atau fungsi teretntu seperti ilmu-ilmu pada umumnya. Adapun tugas psikologi yaitu ( dalam Walgito, 2003:3)

  1. Mengadakan deskripsi yaitu menggambarkan secara jelas hal-hal yang dipersoalkan atau dibicarakan.
  2. Menerangkan yaitu menerangkan tugas keadaan atau kondisi yang mendasari terjadinya peristiwa tersebut.
  3. Menyusun teori yaitu mencari dan merumuskan hukum-hukum atau ketentuan mengenai hubungan antara peristiwa satu dengan peristiwa yang lain.
  4. Prediksi yaitu membuat ramalan ( prediksi ) mengenai hal – hal yang mungkun terjadi yang akan muncul.
  5. Pengendalian yaitu mengendalikan atau mengatur peristiwa.

Secara lebih khusus psikologi lebih banyak dikaitkan dengan kehidupan manusia psikologi didefinisikan sebagai sebagai ilmu pengetahuan yg berusaha memahami prilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan  sesuatu dan bagai mana mereka berpikir dan berperasaan (Gleitman, 1986)

Umumnya para ilmuan membagi psikologi menjadi 2 golongan yaitu:

1.   Psikologi metafisika yang menyelidiki hakikat jiwa seperti yang dilakukan oleh plato dan aris toteles

2.   Psikologi Empiri yang menyelidiki gejala-gejala kejiwaan dan tingkah laku manusia dengan mengunakan pengamatan, percobaan dan eksperimen  dan pengumpulan berbagai data yang dihubungkan dengan gejala-gejala kejiwaan manusia

B.   Ruang Lingkup Psikologi

Psikologi dilihat dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar, yaitu : ( dalam Walgito , 2003:23)

1.   Psikologi yang meneliti dan mempelajari manusia

Psikologi yang diteliti dan dipelajari dalam psikologi disini adalah tentang perilaku sesorang atau perilaku manusia. Cakupan yang luas, menyebabkan dilakukannya pengelompokan dalam psikologi manusia.

Berdasarkan tujuannya dibedakan atas:

a.   Psikologi teoritis

Psikologi dipelajari dengan tujuan untuk mengembangkan ilmu.

b.   Psikologi praktis

Psikologi dipelajari dengan tujuan untuk kebutuhan praktis, khususnya problem solving.

Berdasarkan obyek yang dipelajarinya dibedakan atas :

a.   Psikologi umum

Psikologi meneliti dan mempelajari kegiatan-kegiatan psikis manusia yang tercermin dalam prilaku pada umumnya, yang dewasa, yang normal dan yang berkultur. Psikologi umum memandang manusia  seakan akan terlepas dalam hubungan dengan manusia lain.

b.   Psikologi khusus

Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi segi kekhususan dari aktivitas aktivitas psikis manusia. Hal hal yang khusus yang menyimpang dari hal hal yang umum dibicarakan dalam psikologi khusus. Psikologi khusus masih berkembang terus sesuai dengan bidang bidang berperannya psikologi. Pada umumnya psikologi khusus merupakan psikologi praktis, yang diaplikasikan sesuai dengan bidangnya.

Psikologi khusus dibagi menjadi:

1).  Psikologi Konseling & Klinis

Merupakan salah satu bidang psikologi terapan yang berperan sebagai salah satu disiplin kesehatan mental dengan menggunakan prinsip-prinsip psikologi untuk memahami, mendiagnosis dan mengatasi berbagai masalah penyakit psikologis. Psikologi klinis berkembang kearah reintregasi bidang-bidang psikologi lainya. Sedangkan dalam psikologi konseling merupakan suatu psikologi terapan yang berusaha menciptakan, menerapkan dan menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan dan penanggulangan gangguan fungsi manusia dalam berbagai kondisi. Adapun tujuan bidang psikologi konseling tersebut adalah membantu individu memahami dan mengubah perasaan, pikiran dan perilaku kejiwaan, mengatasi tekanan mental, menanggulangi krisis, meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

2).  Psikologi Eksperimen

Cabang psikologi yang mengkaji proses sensing, perceiving, learning dan thingking. Psikologi eksperimen menggunakan metode eksperimen untuk mempelajari tingkah laku manusia (kadang menggunakan hewan coba) dan sering melakukan penelitian. Beberapa hal yang sering diteliti antara lain adalah sensasi & persepsi, proses kognitif, learning, ataupun motivasi. Psikolog eksperimen juga mengembangkan metode pengukuran dan pengontrolan yang tepat.

3).  Behavioral Neuroscience & Comparative Psychology

Mempelajari peran dari sistem saraf pusat dalam mengendalikan perilaku terang-terangan dan rahasia manusia dan hewan. Bidang ini memfokuskan kajian pada proses biologis, khususnya peran otak pada perilaku (mencoba menemukan hubungan antara proses biologi dengan perilaku), karenanya mereka disebut sebagai ahli psikologi fisiologi. Subjek penelitian biasanya binatang. Mereka membandingkan temuan pada binatang dengan manusia.

4).  Psikologi Perkembangan

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut Bidang ini memfokuskan kajian pada berbagai faktor yang membentuk perilaku individu mulai dari konsepsi hingga mati. Khususnya melihat bagaimana pengaruh kematangan biologis dan lingkungan terhadap perkembangan manusia.

5).  Psikologi Sosial

Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan – kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial. Dari berbagai pendapat tokoh – tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial. Bidang ini mempunyai 3 ruang lingkip, yaitu;

a). Studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misal: studi tentang persepsi, motivasi proses belajar dan atribusi (sifat).

b)   Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain.

c).  Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama dalam kelompok, dan persaingan.

6).  Psikologi Kepribadian

Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Bidang ini mempelajari perbedaan individu dengan cara mengelompokkan individu untuk tujuan praktis dan mempelajari kualitas setiap individu yang unik. Psikologi kepribadian memfokuskan diri pada ciri sifat dan karakter.

7).  Psikologi Kesehatan

Psikologi kesehatan adalah bagian dari psikologi klinis, yang memfokuskan pada kajian dan fungsi kesehatan individu terhadap diri dan lingkungannya, termasuk penyebab dan faktor-faktor yang terkait dengan problematika kesehatan individu.

Psikologi Kesehatan menurut Matarazzo (1980, dalam Ogden: 1996) adalah suatu agregat dari specific educational, dan kontribusi scientific professional, dari disiplin psikologi, untuk memajukan atau memelihara  kesehatan, termasuk juga didalamnya penanganan penyakit dan aspek-aspek lain yang terkait dengannya.

Psikologi kesehatan sebagai pengetahuan social-psychological dapat digunakan untuk mengubah pola health behavior dan mengurangi pengaruh dari psychosocial stress.

Secara lebih operasional, psikologi kesehatan dapat dimanfaatkan untuk :

a).  Mengevaluasi tingkah laku dalam etiologi penyakit

b).  Memprediksi tingkah laku tidak sehat

c).  Memahami peran psikologi dalam experience of illness

d).  Mengevaluasi peran psikologi dalam treatmen

e).  Selain itu, teori-teori psikologi juga dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan tingkah laku sehat dan mencegah sakit/munculnya penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas (kelompok, komunitas maupun masyarakat).

8).  Psikologi Komunitas

Psikologi komunitas pada dasarnya terkait dengan hubungan antar sistem sosial, kesejahteraan dan kesehatan individu dalam kaitan dengan masyarakat. Psikologi komunitas didefinisikan sebagai sutau pendekatan kepada kesehatan mental yang menekankan pada peran daya lingkunan dalam menciptakan masalah atau mengurangi masalah. Psikologi komunitas berfokus pada arah permasalahan kesehatan mental dan sosial  yang  dikembangkan melalui intervensi juga riset dengan seting mencakup  masyarakat dan komunitas pribadi.

Seorang ahli yang bernama Rapaport mengemukakan bahwa pespektif dari psikologi komunitas memberikan perhatian pada tiga hal utama yakni :

a).  Pengembangan sumber daya individu.

b).  Aktivitas politik.

c).  Ilmu Pengetahuan.

Ada beberapa konsep yang sangat melekat pada pendekatan psikologi komunitas, yakni pada :

a).  Pencegahan.

Pencegahan dari gangguan psikologis bertujuan untuk menghemat biaya perawatan penderita. Terdiri dari tiga yakni pencegahan primer, sekunder dan tertier.

b).  Pemberdayaan manusia.

Pemberdayaan manusia dalam masyarakat bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah munculnya gangguan-gangguan psikologis.

Beberapa pertimbangan-pertimbangan dalam psikologi komunitas :

a).. Pertama.

Psikologi Komunitas menekankan kepada dua aspek secara serentak yakni kondisi masyarakat sebagai dasar teori dan riset pada proses lingkungan sosial.

b).  Kedua.

Memusatkan, tidak hanya bertitik tolak pada kondisi psikologis individu,  akan tetapi atas  berbagai tingkatan analisa yang bergerak dari  individu kemudian mengkelompokkannya ke dalam organisasi dan akhirnya kepada struktur yang terbesar yakni kelompok masyarakt secara utuh dimana individu berada.

c).  Ketiga.

Psikologi Komunitas meliputi atau cakupan jangkauan luas berupa seting dan substansi dari suatu area/daerah komunitas.

9). Psikologi Sekolah & Pendidikan

Menurut beberapa ahli, psikologi pendidikan bisa diartikan sebagai berikut:

1).  MenurutWS.WinkelSj

Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari pra syarat-pra syarat (faktor-faktor) bagi pelajar di sekolah, berbagai jenis belajar dan fase-fase dalam semua proses belajar”.

2).  Menurut Richard E. Mayer

“Educational psycology is a branch of psycology concernet with understanding how the instructional environment and the characteristics of the learner interact to produce cognitive growth in the learner” (Psikologi pendidikan adalah cabang psikologi yang membahas mengenai pemahaman bagaimana lingkungan belajar dan karakteristik pelajar berinteraksi dalam menghasilkan pertumbuhan kognitif dalam diri pelajar).

3).  Menurut H.C Whitherington

“Psikologi pendidikan adalah suatu studi yang sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia”.

4).  Menurut Lester. D. Crow dan Alice Crow

“Psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang berusaha menjelaskan masalah-masalah belajar yang dialami individu dari sejak lahir sampai berusia lanjut, terutama yang menyangkut kondisi-kondisi yang mempengaruhi belajar”. Seperti dikatakan didalam bukunya sebagai berikut: “Educational psychology dercribes and explains the learning experiences of an individual from birth through old age. Its subject matter is concerned with the conditions that affect learning”.

Gambaran terhadap kita bahwa ruang lingkup psikologi pendidikan adalah sebagai berkut:

a).  Pertumbuhan dan perkembangan pada umumnya.

b).  Psikologi anak.

c).  Hygiene rokhani.

d).  Kecerdasan (intellegensi) dan peniliannya.

e).  Perbedaan-perbedaan individu.

f).  Hakekat perbuatan belajar.

g).  Faktor-faktor yang mempengaruhi perbuatan belajar.

h).  Soal tranfer dalam belajar.

i).   Tes dan soal penilaian atau pengukuran.

j).   Teori dasar tentang motivasi.

k).  Arti motivation bagi pengajaran.

l).   Perkembangan sosial dan emosianal.

Metode-metode yang biasa dipergunakan oleh para psikolog termasuk psikologi pendidikan menurut L.D Crow dan Allice Crow Ph.D. adalah sebagai berikut:

a).  Introspection

b).  Observation

c).  Genetic approach

d).  Evaluating techniques

e).  Experimental method

f).  Statistical analysis

10) Psikologi Industri dan Organisasi

Merupakan hasil perkembangan dari psikologi umum, psikologi eksperimen dan psikologi khusus. Psikologi industri dan organisasi merupakan suatu keseluruhan pengetahuan yang berisi fakta, aturan-aturan dan prinsip-prinsip tentang perilaku manusia pada pekerjaan. Penggunaan psikologi industri dan organisasi harus ditujukan untuk kepentingan dan kemamfaatan pihak-pihak yang terlibat, baik perusahaan sebagai organisasi maupun karyawannya.

Psikologi industri dan organisasi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia:

a).  dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen

b).  Baik secara perorangan maupun secara kelompok, dengan maksud agar temuannya dapat diterapkan dalam industri dan organisasi untuk kepentingan dan kemamfaatan manusianya dan organisasinya.

11).Psikologi Lingkungan

Psikologi lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam. Dalam psikologi lingkungan juga dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.

Ruang lingkup Psikologi lingkungan lebih jauh membahas tentang rancangan (design), Organisasi dan Pemaknaan. Ataupun hal yang spesifik seperti ruang, bangunan, ketetanggaan, rumah sakit dan ruangnya serta setting-setting lain pada lingkup bervariasi (Proshansky, 1974).

Sementara itu, Vietch dan Arkkelin (1995) menetapkan bahwa psikologi lingkungan merupakan suatu area dari pencarian yang bercabang dari sejumlah disiplin, seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, geografi, ekonomi, sosiologi, kimia fisika, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin dan rekayasanya.

Jenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di antaranya juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):

a).      Lingkungan Alamiah (Natural Environment) seperti : lautan, hutan, dsb

b).      Lingkungan Binaan / Buatan (Build environment) seperti : jalan raya, taman, dsb

c).      Lingkungan Sosial

d).      Lingkungan yang di Modifikasi

12).Psikologi Lintas Budaya

Berbicara budaya adalah berbicara pada ranah sosial dan sekaligus ranah individual. Pada ranah sosial karena budaya lahir ketika manusia bertemu dengan manusia lainnya dan membangun kehidupan bersama yang lebih dari sekedar pertemuan-pertemuan insidental. Dari kehidupan bersama tersebut diadakanlah aturan-aturan, nilai-nilai kebiasaan-kebiasaan hingga kadang sampai pada kepercayaan-kepercayaan transedental yang semuanya berpengaruh sekaligus menjadi kerangka perilaku dari individu-individu yang masuk dalam kehidupan bersama. Semua tata nilai, perilaku, dan kepercayaan yang dimiliki sekelompok individu itulah yang disebut budaya.

Pada ranah individual adalah budaya diawali ketika individu-individu bertemu untuk membangun kehidupan bersama dimana individu-individu tersebut memiliki keunikan masing-masing dan saling memberi pengaruh. Ketika budaya sudah terbentuk, setiap individu merupakan agen-agen budaya yang memberi keunikan, membawa perubahan, sekaligus penyebar. Individu-individu membawa budayanya pada setiap tempat dan situasi kehidupannya sekaligus mengamati dan belajar budaya lain dari individu-individu lain yang berinteraksi dengannya. Dari sini terlihat bahwa budaya sangat mempengaruhi perilaku individu.

Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia.  Di dalam kajiannya, terdapat pula paparan mengenai kepribadian individu yang dipandang sebagai hasil bentukan sistem sosial yang di dalamnya tercakup budaya.  Adapun kajian lintas budaya merupakan pendekatan yang digunakan oleh ilmuan sosial dalam mengevaluasi budaya-budaya yang berbeda dalam dimensi tertentu dari kebudayaan.

2.   Psikologi yang meneliti dan mempelajari hewan atau yang disebut dengan psikologi hewan.

Psikologi ini meneliti dan mempelajari perilaku hewan dan dari hasil penelitian tersebut dapat berguna untuk mengerti tentang keadaan manusia. Dengan demikian, maka dalam psikologi itu fokusnya adalah manusia. Banyak penelitian yang dilakukan pada hewan, yang akan hasilnya kemudian diarahkan pada manusia.

Psikologi perilaku hewan adalah menekan bagian luar masih diperebutkan batas kemampuan hewan, terutama primata non-manusia, lumba-lumba, dan burung, untuk memperoleh sintaks dan kosakata bahasa manusia (Bekoff & Jamieson, 1996). Reecting pendekatan ini adalah studi yang meneliti-Abil ity spesies tersebut untuk terlibat dalam apa yang dianggap sebagai “lebih tinggi” manusia gigi- proses kognitif. Sebagai contoh, yang Pepperberg (2001) bekerja dengan burung beo abu-abunya Alex telah menunjukkan kemampuannya untuk melakukan tugas-tugas kognitif, seperti jika-maka penalaran dan beberapa classication, bahwa Piaget dianggap menantang bagi anak- anak di bawah usia tujuh tahun. Sebuah untai ketiga penelitian (Thompson, Miles, & Lyn, 1997) pencarian kerajaan binatang untuk emosi seperti empati, altruisme, rasa bersalah, dan kebanggaan-emosi dicap sebagai manusia karena mereka pra- sumably berasal dari proses mental yang lebih tinggi. Seperti tradisi “manusia sebagai binatang, “merupakan petunjuk ini penelitian bentuk paralelisme, dengan menggunakan deskripsi perilaku manusia, kognisi, dan emosi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s