Just another WordPress.com site

TUBERCULOSIS

Definisi

Adalah penyakit infeksi spesifik pada manusia, disebabkan oleh Mycobakterium Tuberculosis. Perjalanan penyaki yang menahun menimbulkan reaksi yang bermacam-macam terhadap hasil tersebut dengan proses penyakit yang dapat setempat pada tempat masuknya diikuti kelainan pada kelenjar regional tetapi dpat pula menyebar ke semua organ tubuh dengan menimbulkan kerusakan yang progresif. Reaksi jaringan yang khas akibat adanya hasil tersebut adalah terjadinya pembentukan tuberkel.

 

Penyebab

Mycobakterium tuberkulosis, jenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/Um dan tebal 0,3-0,6/Um. Spesies lain adalah M. Bosis, M. Kansaii, M. Intrasellulare, sebagain besar kuman ini terdiri dari lemak (Lipid), yang membuat kuman lebih tahan terhadap asam dan lebih tahan terhadap gangguan kumia dan fisik. Dalam jaringan, kuman hidup sebagai parasit intraselular yakni dalam sitoplasma makrofag, makrofag yang semula memfagoditasi malah kemudian disenanginya karena banyak  mengandung lipid.

 

Patogenesis/Patologi

Tuberculosis Primer

Terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuklei dalam udara, dapat menetap dlam udara bebas selama 1-2 jam tergantung pada ada tidaknya sinar ultraviolet. dalam suasana kelembaban dan gelap kuman dapat tahan berhari-hari sampai berbulan-bulan. Bila terhisap oleh orang sehat, akan menempel pada jalan nafas atau paru-paru, kebanyakan akan mati atau dibersinkan.

Tuberculosis Post Primer

Kuman dormant pada tuberculosis primer akan muncul bertahun-tahun kemudian sebagai infeksi endogen menjadi tuberculosis dewasa (post primer). invasinya adalah kedaerah perenkim paru-paru dan tidak ke nodus hiler paru. Dikenal 2 golongan tuberculosis primer yaitu tuberkulosis sekunder dan tuberkulosis tersier. Tuberkulosis sekunder berjalan akut dengan manifestasi alergi yang lebih berat sedangkan tuberkulosis tersier berjalan kronik dan produktif.

 

Komplikasi

1.  TBC tulang

2.  Potts disease (rusaknya tulang belakang)

3.  Distroyed lung (pulmonary distruction)

4.  Effusi pleura

5.  TBC milier

6.  Meningitis TBC

 

Gejala-Gejala Klinis

1.  Demam

Subfebril menyerupai demam influenza< kadang dapat mencapai 49-41oC, hilang timbul, dipengaruhi daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi yang masuk.

2.  Batuk

Terus-menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih, karena adanya iritasi pada bronkus. Keadaan lanjutnya adalah berupa batuk berdarah.

3.  Sesak nafas

Akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, infiltrasinya sudah setengah bagian paru-paru.

4.  Nyeri dada

Jarang, timbul bila infiltrasi radang sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis.

5.  Malaise

Sering ditemukan berupa anoreksia, badan makin kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam, dll.

 

Pemeriksaan Diagnostik

1.  Kultur sputum

Positif untuk mycobacterium tuberkulosis pada tahap aktif penyakit, sebanyak 3 kali peneriksaan dahak.

2.  Ziehl Neilsen

Positif untuk basil asam-cepat

3. Foto thorak

Menunjukan infiltrasi lesi awal pada area paru atas, perubahan menunjukan lebih luas TB dapat termasuk rongga, area fibrosa.

4.  Uji tuberkulin

Sangat penting bagi diagnosis tuberkulosis anak.

 

Pengobatan

Terapi tuberkulosis dilakukan dengan memakai panduan obat, yang bersifat bakterisit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s