Just another WordPress.com site

ANCAMAN GIGI DAN MULUT SI KECIL

MASALAH gigi dan mulut tidak hanya sariawan. Masih banyak permasalahan gigi dan mulut yang sering terjadi pada si kecil.
Jadi, jangan pernah anggap enteng! Karena, jika hal  permasalahan gigi dan mulut didiamkan akan menimbulkan dampak yang bahaya untuk kesehatan.

Mau tahu, masalah apa saja yang mengintai gigi dan mulut si kecil?

1. Berlubang (Karies)

Salah satu masalah gigi ini kerap dialami anak-anak. Penyebabnya, adanya plak yang merupakan kumpulan sisa makanan dan bakteri. Bakteri mengubah sisa makanan menjadi asam, di mana akan merusak email gigi hingga menyebabkan gigi berlubang. Makanan yang manis-manis (gula), disinyalir memiliki andil besar terjadinya gigi berlubang pada anak. Pasalnya, hampir semua anak-anak menyukai makanan manis dan parahnya sebagian orangtua membiarkan saja buah hatinya mengonsumsi makanan yang manis-manis tersebut.

Selain makanan yang manis-manis, karbohidrat juga merupakan makanan yang disukai oleh bakteri. Alhasil, sisa-sisa makanan yang tak dibersihkan tersebut akan menyebabkan gigi berlubang.

Hal sederhana untuk mencegahnya, jagalah kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi setelah makan bisa sangat membantu. Berkumur dengan air atau minum air putih setelah makan makanan manis juga bisa dilakukan.

Jangan Dibiarkan!
– Perlu digarisbawahi, karies gigi yang tidak mendapat penanganan akan berdampak serius. Gigi yang berlubang bisa menyebabkan rasa nyeri. Akibatnya anak jadi malas mengunyah dan menelan, nafsu makannya menurun. Alhasil asupan nutrisi jadi berkurang.
– Lubang pada gigi anak semakin lama akan semakin bertambah besar dan dalam. Bila tidak segera dilakukan penambalan maka akan mengenai lapisan terdalam dari gigi (pulpa), yang berisi saraf pembuluh darah.

– Dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan lunak di sekitar gigi karena saraf gigi menjadi mati akibat lubang yang tidak ditambal.

– Lubang pada gigi dapat menyebabkan premature loss (gigi tanggal sebelum waktunya) yang berakibat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan gigi tetap pengganti, terganggunya fungsi pengunyahan dan terganggunya fungsi bicara (bila premature loss-nya gigi depan atas) misalnya, terganggu dalam pengucapan huruf tertentu seperti hurus S, F , Z, dan lain lain

2. Noda pada Gigi

Noda pada gigi (diskolorasi atau stain) merupakan deposit berpigmen pada gigi. Pada anak-anak biasanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang kurang baik dan bakteri. Sementara pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi teh, kopi dan tembakau.

Macam Noda Gigi
– Eksrinsik yaitu noda pada gigi berada di luar permukaan gigi misalnya, stain karena coklat, teh, kopi, dll. Ini dapat dihilangkan dengan dibersihkan oleh dokter gigi.

– Intrisik yaitu noda pada gigi yang berasal dari dalam gigi itu sendiri. Biasanya pada gigi yang berwarna cokelat atau abu-abu karena pada saat pertumbuhan gigi tetap anak mengonsumsi obat-obat tertentu, atau karena gigi yang telah mati (necrosis). Jenis ini tidak dapat hilang dengan cara hanya dibersihkan oleh dokter gigi.

Warna Noda pada Gigi Anak
– Oranye atau kekuningan. Noda ini dikarenakan oleh kebersihan mulut yang buruk – tidak membersihkan gigi setelah makan atau minum susu. Noda ini terdapat pada sepertiga servikal mahkota gigi bagian depan dan belakang mahkota gigi. Namun dapat dibersihkan dengan menyikat gigi dengan cara yang baik. Apabila kebersihan mulut tetap tidak dijaga maka noda akan muncul kembali dan dapat mengakibatkan timbulnya plak. Bahkan dapat menimbulkan karies jika dibiarkan.

– Cokelat atau hitam. Paling banyak terdapat di bagian lingual atau belakang gigi dan bagian depan leher gigi. Noda ini terjadi karena deposisi pigmen dari bakteri yang terdapat pada pelikel yang melapisi gigi. Warna noda cokelat atau hitam dapat dihilangkan dengan skeling dan pemolesan yang hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi.

3. Email Gigi Lemah

Email gigi lemah terjadi karena adanya demineralisasi email. Demineralisasi email ini merupakan proses kimia dimana terjadinya kehilangan mineral email yang dapat menyebabkan gigi menjadi berlubang. Selain itu, kekurangan mineral seperti kalsium dan fluoride dapat menyebabkan email gigi lemah. Banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi seperti soda, kunyit, asam jawa, cuka, dan lainnya dapat mengikis lapisan email gigi.

4. Napas Tidak Segar

Ada banyak penyebab napas si kecil jadi tidak segar. Diantaranya, kebersihan mulut (oral higiene) yang buruk, gigi banyak berlubang, banyak karang gigi, kelainan pada gusi dan jenis makanan yang baru saja dimakan. Biasakan si kecil menyikat gigi sebelum dan setelah bangun tidur.

5. Plak

Lapisan yang terdapat pada permukaan gigi. Lapisan tipis pada permukaan gigi yang merupakan kumpulan bakteri dan sisa makanan. Bila dibiarkan, plak akan menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulut seperti lubang pada gigi dan radang gusi.

6. Pembengkakan Gusi

Penyebab pembengkakan gusi di antaranya:

– Gigi berlubang, biasanya terjadi bila tidak dirawat sehingga menyebabkan saraf dari gigi menjadi mati (necrosis) dan kondisi keadaan umum tubuh si kecil tidak fit atau daya tahan tubuh sedang menurun sehingga terjadi infeksi di ujung akar gigi dan terjadi pembengkakan di daerah gusi.

– Adanya pocket formation di interdental gigi, adanya kantong atau ruang di antara dua gigi yang dapat menyebabkan retensi sisa makanan (food impactie) di antara dua gigi tersebut. Bila lama terjebak di dalam gusi tersebut dapat terjadi infeksi dan meyebabkan bengkak di gusi.

– Adanya gigi yang tumbuhnya miring tidak sempurna (biasanya gigi delapan) atau yang sering juga disebut gigi bungsu juga sering terjadi pembengkakan pada gusinya bila oral higiene buruk dan daya tahan tubuh anak menurun.

7. Tartar (Karang Gigi)

Karang gigi yaitu lapisan yang tidak normal pada permukaan gigi banyak terdapat pada permukaan dalam gigi bawah dan permukaan luar geraham atas pada anak yang oral higiene-nya kurang baik. Karang gigi ini sebaiknya dibersihkan oleh dokter gigi setiap enam bulan sekali. Bila karang gigi dibiarkan tumbuh terus, karang gigi ini dapat merusak jaringan penyangga gigi. Bila jaringan penyangga gigi rusak dapat menyebabkan gigi menjadi goyang dan lama-lama menjadi tanggal atau copot sendiri.

8. Permasalahan Bakteri

Pada dental plaque terdapat bakteri acidogenic dan acidoduric. Beberapa subspesies bakteri yang dihubungkan dengan caries pada gigi adalah sreptococus mutans yang merupakan bakteri penyebab caries. Hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan seperti menyikat gigi tidak dilakukan secara teratur dan cara yang benar.

(Sumber: Okeyzone)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s