Just another WordPress.com site

PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV AIDS

AIDS singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan karena hilangnya kekebalan tubuh, sistem kekebalan tubuh berfungsi melawan kuman atau virus yang masuk kedalam tubuh. Penderita AIDS terserang berbagai penyakit, karena sistem kekebalan tubuhnya telah rusak.

AIDS disebabkan oleh virus Human Immuno Deficiency Virus (HIV), yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh. AIDS muncul setelah virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi lemah, dan satu atau penyakit dapat timbul.

HIV menular melalui:

1.    Melalui cairan darah

–    tranfusi darah

–    transplatasi organ atau jaringan tubuh

–    pemakaina jarum suntik yang tidak steril dan dipakai bersama-sama

–    peralatan medis yang tidak steril

–    pemakaian alat tusuk yang menembus kulit (yang tidak steril dan dipakai bersama-sama)

2.    Melalui hubungan seksual

–    cairan mani (bukan sperma)

–    cairan vagina

–    cairan darah

3.    Melalui ibu yang HIV positif kepada bayi yang dikandungnya

Persentasi dan penularan terjadi selama:

–    proses kehamilan (10%)

–    proses menyusui (10%)

–    proses persalinan (25%)

HIV AIDS tidak menular melalui gigitan nyamuk, pelukan ciuman, menggunakan jamban yang sama, bersalaman/sentuhan, mengunakan peralatan makan/minuman bersama, dan tinggal serumah.

Test HIV adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepastian terinfeksi virus HIV atau tidak. Test HIV adalah pemeriksaan darah dilaboratorium untuk memastikan status HIVnya. Untuk membantu seseorang yang akan melakukan tes HIV diperlukan pendekatan individual melalui proses konseling. Ada 3 tahapan dalam pelaksanaan Konseling dan tes HIV, yaitu:

1.    Konseling pra tes HIV

2.    Tes HIV

3.    Konseling pasca tes HIV

Saat ini layanan KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela) atau biasa disebut klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) telah ada diseluruh rumah sakit propinsi dan hampir disemua rumah sakit/kota di Indonesia.

Ada 3 tahap dalam perjalanan HIV mejadi AIDS, yaitu:

1.    Periode jendela (2 minggu – 6 bulan)

Masa antara masuknya HIV kedalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkal penyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIV positif. Fase ini sudah bisa menularkan HIV kepada orang lain walaupun hasil tes masih negatif

2.    HIV positif

Tanpa gejala, tampak sehat, dapat beraktifitas biasa

3.    AIDS (1-2 tahun)

Timbul infeksi oportunistik (penyakit lain yang muncul karena sistem kekebalan tubuh turun). Minum ARV (Anti Retro Viral), tetapi tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh.

Tanda-tanda AIDS yaitu:

–      Berat badan turun drastis >10% dalam satu bulan

–      Diare kronis lebih dari 1 bulan

–      Demam lebih dari 1 bulan

–      Penurunan kesadaran

–      Kelainan pada kulit yang menyeluruh

–      Terdapat herpes zoster dan simplex

–      Pembengkakan kelenjar getah bening

–      Terdapat jamur dimulut

–      Jamur di alat kelamin perempuan

–      Kelaianan pada mata

HIV AIDS dapat dicegah dengan ABCD:

Anda, jauhi sex bebas

Bersikap, saling setia

Cegah, dengan kondom

Dihindari, penggunaan narkoba suntik

Edukasi, ajari pasangan dan teman-teman kita

Pencegahan efektif tergantung pada beberapa prinsip yang sudah terbukti, yaitu:

1.    Informasi akurat

Untuk menghindari penularaan virus tersebut, kita harus tahu bagaimana HIV ditularkan dan tidak menularkan.

2.    Rencana pribadi

Setelah anda mengetahui tentang HIV dan AIDS, anda pasti berfikir mengenai cara-cara yang bisa membuat anda tertular virus tersebut dan membuat rencana untuk menghindarinya. Karena setiap pribadi itu unik, anda perlu menyesuaikan rencana pencegahan anda dengan lingkungan sekitar anda. Bagi sebagian diantara kita, khususnya perempuan, rencana pencegahan kita mungkin harus memperhatikan dinamika kekuatan antara pribadi yang kadang-kadang menyulitkan kita untuk melindungi diri.

3.    Komunikasi

Karena setidaknya dibutuhkan 2 orang untuk terjadinya penularan HIV, penting bagi kita untuk menyampaikan pencegahan HIV kepada pasangan, keluarga, rekan kerja, dan tempat kita mendapatkan perawatan kesehatan.

4.    Seruan

Pencegahan HIV membutuhkan lebih dari sekedar informasi. Karena mengubah tingkah laku untuk menghindari penularan kadang-kadang sulit, kita harus termotivasi untuk menggunakan metode pencegahan HIV yang efektif dan mengembangkan ketrampilan yang diperlukan agar tetap aman. Sebagai tambahan, beberapa diantara kita mungkin secara efektif mulai menerapkan tingkah laku yang lebih aman tapi kemudian menghadapi masalah untuk meluruskan kebiasaan tersebut dalam jangka panjang.

 

INGIN TAHU SEPUTAR HIV/AIDS

Ketik: AIDS<spasi> pertanyaan atau informasi yang ingin anda ketahui seputar HIV/AIDS

Kirim ke 3949

KPA akan menjawab pertanyaan anda

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s